Dua Masjid di Malaysia Dikirimi Kepala Babi

Januari 29, 2010

KUALA LUMPUR – Sekelompok jamaah Masjid Sri Sentosa, dekat Kuala Lumpur Malaysia, terkejut dengan lemparan seseorang berkendara sepeda motor, Rabu pagi menjelang Subuh. Isinya lebih mengejutkan lagi: beberapa kepala babi masih berlumuran darah.

Di tempat terpisah pada waktu yang sama juga terjadi: jamaah Masjid Taman Dato Harun menemukan dua kepala babi teronggok di halaman masjid. “Kerukunan beragama di Malaysia benar-benar sedang diuji,” ujar seorang petugas polisi yang datang tak lama setelah penemuan itu.

Sebelumnya, sekitar 10 gereja diserang dengan lemparan bom molotof awal bulan ini. Pemicunya adalah keputusan pengadilan tanggal 31 Desember 2009 yang mengizinkan sebuah tabloid Katholik untuk menggunakan kata “Allah” untuk menyebut Tuhan. Keputusan ini mengundang reksi keras kalangan Muslim, karena menurut mereka, kata “Allah” adalah penyebutan Tuhan dalam agama Islam.

Pelemparan kepala babi ini semakin memperkeruh ketegangan yang dipicu sentimen agama dalam beberapa pekan ini. Perang kebencian itu tak hanya diwujudkan dalam aksi vandalisme tetapi juga di dunia maya. Dua kubu saling mencari dukungan di berbagai situs jejaring sosial dan pertemanan. Di Facebook, misalnya, penolakan penggunaan kata Allah oleh non-Muslimkini diikuti 250 ribu orang lebih.

Sejauh ini polisi telah mengamankan 19 orang orang yang terlibat penyerangan gereja, termasuk seorang pemuda 25 tahun yang menuliskan status di Facebooknya mengajak untuk melakukan aksi pelemparan bom molotof.

Saya ingatkan warga semua untuk tidak memperkeruh suasana dan memancing kemarahan etnis atau kelompok apapun,” ujar Pimpinan kepolisian Selangor, Khalid Abu Bakar, usai meninjau masjid yang dilempar kepala babi. Masjid itu berada di kawasan yang pada tahun 2001 pernah terjadi pertikaian etnik dan menewaskan enam orang.

Ia mengimbau agar seluruh kelompok agama tenang dan kembali menjalin silaturahim yang terkoyak. (st/an)

Beberapa Organisasi Islam Segera Terbang Ke Haiti Untuk Mengcounter Kristenisasi

Januari 28, 2010

Banyak organisasi-organisasi Islam segera mengirim bantuan untuk menyelamatkan korban gempa yang terjadi di Haiti yang telah menyebabkan banyak korban meninggal dan luka-luka, serta korban hilang.

Al-Jazira melansir, bahwa beberapa organisasi-organisasi Islam ini telah mengambil Masjid at-Tauhid di ibukota Haiti Port-au-Prince sebagai basis mereka, sehingga dari masjid ini mereka dapat mendistrubusikan bantuan-bantuan.

Lembaga-lembaga Islam di Amerika Galang Dana Bantuan.
Dalam konteks terkait, Yayasan Islam di Amerika Serikat melakukan penggalangan dana/ sumbangan melalui masjid-masjid dan lembaga-lembaga Islam lainnya untuk diserahkan kepada para korban gempa bumi di Haiti, Yayasan tersebut telah berhasil menggalang dana sebesar 2.5 juta dolar AS.

Target kampanye yang diprakarsai oleh Yayasan “Islamic Relief” dengan dibantu oleh lembaga-lembaga Islam lainnya adalah menggalang dana sebesar satu juta dolar, tetapi ternyata kampanye tersebut berhasil menggalang dana melebihi target yang telah ditentukan, yaitu sebanyak 2.5 juta dolar AS berhasil digalang.

Hal tersebut diawali dengan mengirim tim untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan yang sangat diperlukan di sana, dan memberikan bantuan-bantuan yang real dan primer yang didistrubusikan melalui Masjid at-Tauhid di Port-au-Prince. Adapun proyek terbesar adalah mengirimkan dua pesawat berisi bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.

Gencarnya Serangan Kristenisasi di Haiti
Perlu dicatat bahwa lembaga-lembaga misionaris Amerika telah lebih dahulu mengirim Kitab-kitab Injil elektronik untuk para korban gempa di Haiti.

Komunitas Nasrani yang berbasis di wilayah New Mexico mengatakan, bahwasannya mereka telah mengirim Kitab-kitab injil versi digital dengan menggunakan tenaga matahari ke sana, dan Mereka pun telah menyebarkan kitab injil berbahasa penduduk Haiti kepada sekitar 300 orang dalam satu waktu.

Komunitas Nasrani tersebut menambahkan di situs mereka, bahwa Injil-injil versi digital tersebut dibagikan khusus untuk orang-orang miskin dan buta huruf, dan menegaskan, bahwa terdapat enam ratus injil digital sedang dalam perjalanan ke negara tersebut. Komunitas tersebut juga mengklaim bahwa langkah ini bertujuan untuk menyajikan iman, harapan, dan kasih sayang di sela-sela firman tuhan dengan suara, katanya. (imm/an)

Kasus Produser Film Fitna Yang Melecehkan Islam Mulai Diadili

Januari 28, 2010

Geert Wilders seorang politikus populis kanan, yang menjadi populer setelah memproduksi film “Fitna” yang melecehkan agama Islam pada hari Rabu, diseret ke pengadilan di Amsterdam untuk menjalani persidangan dengan tuduhan mengganggu kebahagian hidup dan ketenangan publik.

Wilders, pendiri dan presiden Partai Kebebasan juga digugat oleh sekolompok orang yang mengatas namakan Komunitas Masyarakat Belanda dengan tuduhan menyinggung perasaan umat Islam, dan memprovokasi untuk membenci para pengikut Islam.

Bila dinyatakan bersalah, maka wilders akan dijatuhi hukuman penjara maksimal selama 16 bulan, dan denda sebesar 10.000 euro (14,4 ribu dolar).

Wilders membantah tuduhan terhadap dirinya, dan menyatakan bahwa ia hanya menggunakan haknya untuk kebebasan berekspresi.

Menurut jadwal yang telah ditentukan, sidang akan berlangsung hari ini setelah pembukaan resmi seputar perincian proses regulasi persidangan dan pemanggilan saksi-saksi, sementara sidang utama yang berkaitan dengan poin-point yang menjadi focus utama dari perkara tersebut tidak akan dimulai kecuali setelah pemilu lokal yang direncanakan pada tanggal 3 Maret mendatang.

Tuntutan atas kasus tersebut disandarkan berdasarkan pidato-pidato dan wawancara-wawancara Wilders, ditambah film Fitna yang berdurasi singkat tersebut, yang diproduksi dan dipublikasikannya di Internet pada tahun 2008 yang berfokus bahwa Islam sebagai sebuah ideologi terorist.

Dan telah diberitakan bahwa pengacara Wilders telah gagal dalam tuntutannya untuk membatalkan tuduhan yang diajukan terhadap kliennya pada pekan yang lalu

Perlu diingat bahwa berita-berita mengenai Wilders telah dipublikasikan sejak tahun 2006 dengan tuduhan mengganggu kebahagian hidup dan ketenangan publik, yang memicu kegaduhan karena provokasi dan tuntutannya untuk melarang al-Quran al-Karim yang dia samakan dengan buku “Mein Kampf” nya Adolf Hitler, dan juga tuntutannya untuk melarang umat Islam melakukan imigrasi ke Eropa dan penutupan masjid-masjid.(itd/an)

Hello world!

Januari 28, 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.