shalat tiang agama

SHALAT TIANG AGAMA

Dalam kesempatan ini akan kita bahas masalah salat. Semua orang Islam sudah maklum, bahwasannya salat lima waktu adalah kewajiban bagi setiap semua orang yang menyatakan dirinya beragama Islam, baik laki-laki maupun perempuan, sama sekali tidak ada alasan untuk meninggalkannya, walaupun sedang di mana kita berada. Karena salat merupakan tiang agama. Jadi tidak ada alasan untuk kita tinggalkan. Walaupun dalam kondisi yang bagaimanapun.

 

Saking pentingnya perintah shalat ini, untuk mengerjakannya, jika tidak mampu dengan berdiri karena sakit, maka dilakukan dengan duduk, jika tidak mampu dengan duduk, dilakukan dengan berbaring. Jika tidak mampu dengan berbaring, maka dilakukan dengan kedipan mata, dan jika tidak mampu dengan kedipan mata, hendaklah dilakukan dengan hati, dan jika dengan cara yang terakhir ini tidak mampu maka shalatkanlah (karena telah meninggal dunia -red).

Rasulullah bersabda : “Salat adalah tiang Agama, barangsiapa mendirikan salat, berarti ia mendirikan Agama dan barangsiapa meninggalkan salat, berarti ia merobohkan Agama”.

Hadis tersebut sudah jelas bahwa barang siapa meninggalkan salat, dia dianggap melakukan pelanggaran, dengan sendirinya akan mendapatkan dosa besar. Biasanya orang yang meninggalkan salat karena kesibukan. Karena kesibukannya itulah mereka lalai dan meninggalkan salat lima waktu. Allah swt. berfirman; “Hai orang-orang yang beriman, jagalah harta-hartamu dan anak-anakmu, melalaikan kamu dari mengingat Allah, barang siapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi”.

Para ulama tafsir menerangkan bahwa yang dimaksud mengingat kepada Allah pada ayat tersebut adalah, salat lima waktu. Sehingga siapa saja yang sibuk mengurus harta, mengakibatkan lalai akan salatnya, maka ia kelak akan merugi. Perlu diketahui kelak di hari kiamat, bahwa perbuatan manusia yang pertama kali dihisab adalah tentang salatnya.

Terlebih-lebih salat berjamaah, karena salat berjamaah sangat dianjurkan, selain derajadnya 27 darajad dibanding dengan salat sendirian, diriwayatkan pula dari Nabi Saw.: “Barang siapa salat lima waktu dengan berjamaat, maka baginya lima macam (hadiah) :1. Dia tidak ditimpa kefakiran di dunia, 2. Allah membebaskan dia dari siksa kubur, 3. Dia akan menerima kitab catatan amal dengan tangan kanannya, 4.Dia akan bisa malewti jembatan (shirathal mustaqim) laksana halilintar yang menyambar, 5. Allah memasukkan ke surga dengan tanpa hisab dan tanpa siksa”.

Sabda Nabi lagi: “Salatnya seorang laki-laki dengan berjamaah, lebih baik daripada salat di rumah sendirian selama empat puluh tahun.”

Celakalah orang yang mudah meninggalkan salatnya, dia akan sengsara dan merugi serta akan mendapatkan siksa di Neraka. ‘Naudzubillah’.

Allah swt. berfirman: “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam neraka saqor?”, mereka menjawab: ”Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang menjalankan salat dan kami tidak pula memberi makan orang-orang miskin”.

Ada suatu riwayat menyatakan, ada seorang pendatang menghadap kepada Rasulullah saw. Ia bertanya; “Ya Rasulullah, amalan apakah yang paling disukai Allah dalam Islam?” Beliau menjawab: ”Salat tepat pada waktunya dan barang siapa yang meninggalkan salat, maka ia berarti tidak mempunyai agama, sebab salat adalah sebagai tiang agama”.

Jadi apabila ada orang yang mengaku beragama Islam, tetapi tidak mau mengerjakan salat, berarti pengakuaannya itu tidak benar, dan orang yang semacam itu adalah sebagai pendusta dan akan ditetapkan sebagai penghuni neraka.

Sabda Rasulullah Saw.: “Di antara seorang hamba (orang Islam) dengan orang kafir (letak perbedaannya) adalah salatnya”. Kata Rasul; “Salatlah sebagaimana aku salat”. Dan perlu diingat, firman Allah bahwa: “sesungguhnya salat itu bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar”. Firman Allah yang lain menyatakan: ”Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu berat, kecuali bagi orang-orang yang khusuk” (Qs Al-Baqarah 45). Artinya mohon pertolongan Allah, melalui sabar dan salat, yaitu salat yang khusuk.
(Diambil dari buletin Hidayah, edisi 40/April 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: